B. Indonesia

Pertanyaan

saya masih binggung mengenai unsur-unsur ceramah dengan struktur ceramah, "apa perbedaan struktur ceramah dengan struktur ceramah?"
karena ada orang mengartikan sama.

1 Jawaban

  • Jawaban:

    Teks ceramah ialah karangan berisi sekumpulan paragraf yang mengandung informasi, suatu hal, atau pengetahuan untuk disampaikan kepada khalayak ramai.

    Secara singkatnya, teks ceramah merupakan teks yang dibaca dan digunakan ketika sedang melakukan ceramah.Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pengertian ceramah adalah pidato oleh seseorang di hadapan banyak pendengar, mengenai suatu hal, pengetahuan, dan sebagainya.

    Berceramah adalah memberikan uraian tentang suatu hal (pengetahuan dan sebagainya); menyampaikan ceramah. Menceramahkan adalah membentangkan (memberi ulasan tentang) suatu hal dengan ceramah.

    Adapun orang yang memberikan ceramah disebut penceramah. Penceramah haruslah orang dengan ilmu pengetahuan dan wawasan luas atau merupakan pakar yang menguasai bidang dan informasi terkait.

    Ceramah ditujukan untuk didengarkan oleh banyak orang. Dalam teks ceramah biasanya mengandung pesan yang berisi petunjuk, nasihat atau petuah.

    Itulah sedikit penjelasan mengenai teks ceramah. Untuk bisa memahami lebih jelas tentang teks ceramah, bisa membaca ciri-ciri, struktur hingga contohnya.

    Berikut ini rangkuman mengenai ciri-ciri, struktur, unsur kebahasaan dan contoh teks ceramah, seperti dilansir dari laman Serupa, KamisAdapun ciri-ciri teks ceramah dipaparkan pada daftar di bawah ini:

    1. Ada sesuatu yang dijelaskan atau diinformasikan untuk memperluas pengetahuan para pendengar.

    2. Disampaikan oleh seseorang yang memiliki keahlian atau dianggap pakar dalam bidang atau disiplin ilmu yang diceramahkan.

    3. Terdapat ajakan atau persuasi untuk mengubah sikap atau melakukan tindakan terhadap materi yang dibicarakan.

    4. Berisi argumen yang menguatkan topik yang dibicarakan.

    5. Memiliki fakta dan data yang memperkuat argumen dalam teks.

    6. Terdapat komunikasi dua atau banyak arah antara pembicara dan pendengar, berupa dialog, tanya jawab.Informatif/instruktif

    Memberikan informasi tentang sebuah hal sehingga pendengar bisa memahami atau mengerti isi informasi tersebut dengan jelas dan benar.

    2. Persuasif

    Mengajak pendengar agar mengikuti apa yang sudah penceramah sampaikan supaya keyakinan pendengar makin bertambah guna melakukan sesuatu ke arah yang lebih baik lagi.

    3. Argumentatif

    Untuk meyakinkan pendengar tentang sebuah hal.

    4. Deskriptif

    Untuk menggambarkan atau melukiskan mengenai sebuah keadaan tertentu.

    5. Rekreatif

    Untuk menghibur atau menggembirakan para pendengar agar merasa senang.

    6. Naratif

    Untuk menceritakan sesuatu hal pada para pendengar.Seperti teks lain, teks ceramah memiliki struktur yang membangun teks ini melalui beberapa bagian pembangunnya. Berikut adalah struktur teks ceramah:

    1. Pembuka (Tesis)

    Pembuka berisi pengenalan isu, masalah, pengetahuan hingga pandangan penceramah mengenai topik yang akan dibahas. Bagian ini sama dengan tesis dalam teks eksposisi.

    2. Isi (Rangkaian argumen)

    Berupa rangkaian argumen-argumen penceramah yang berkaitan dengan topik yang dibicarakan pada pembuka atau tesis. Bagian ini biasanya mengemukakan pula berbagai fakta dan data yang memperkuat argumen-argumen penceramah.

    3. Penutup (Penegasan kembali)

    Merupakan penegasan kembali mengenai apa yang disampaikan dalam ceramah. Hal ini bertujuan untuk memastikan penceramah tidak memberikan pemahaman yang keliru dari yang dimaksudkan, hingga agar diingat oleh pendengarnya.

    Selain itu, agar ceramah terkenang dan pendengarnya terpengaruh untuk melakukan sesuatu, bagian ini juga biasa diisi oleh rekomendasi atau saran mengenai topik yang disampaikan.

    Teks ceramah mempunyai karakteristik dan ciri khas kebahasaan tersendiri.

    1. Banyak memakai kata ganti orang pertama (tunggal) dan kata ganti orang kedua jamak sebagai sapaan.

    2. Banyak menggunakan kata teknis atau peristilahan yang sesuai dengan topik yang dibahas.

    3. Menggunakan kata-kata yang menunjukan hubungan sebab akibat atau argumentasi. Contohnya adalah: dengan demikian, akibatnya, oleh karena itu, maka, sebab, karena.

    4. Banyak memakai kata kerja mental, misalnya: memprihatinkan, memperkirakan, mengagumkan, diharapkan, berasumsi, menyimpulkan, berpendapat.

    5. Menggunakan kata-kata persuasif, seperti: diharapkan, sebaiknya, hendaklah, perlu, harus.

    6. Teks ceramah juga banyak menggunakan kalimat majemuk bertingkat.

Pertanyaan Lainnya